Sudahlah… buang saja aku kalau kau mau! Aku tak berguna lagi –bagimu- bukan?
Tak kuasa aku menatap matamu, kawan! Mata penuh lelah yang mengirimkan sinyal-sinyal menyesakkan jiwaku. Sinyal itu berkata : pergi kau makhuk nonaktif tak berguna!
Dan kau lalu senyum penuh kemenangan…
Argh, inginku berada di tengah-tengah kalian, kawan! Namun kehadiraku sepertinya tak berguna. Bukankah semua sudah kalian handle? Ketika kucoba membantu, kau tak mau memberi. Sementara setelah itu kau teriakkan keluhanmu karena merasa beban yang kau tanggung terlalu berat.
Maumu apa? Kenapa mengeluh di depanku sementara kau tak mau dibantu? Memangnya kalau aku menolongmu dan kau menjadi tak sesibuk biasanya kau akan kehilangan pamor? Begitukah? Oh Tuhan, kuharap saja tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar